Amalan dzikir pagi dan petang, bukanlah ritual biasa. Ia adalah amalan yang mampu menjaga pemiliknya dari setiap marabahaya yang mengintainya dengan seizin Allah. Sungguh, dengan kelemahan manusia, teramat butuhnya ia kepada Allah … tiap detik dan menit, pasrahkan semuanya kepada Allah. Dzikir ini termasuk bentuk ikhtiar kita dalam beramal shalih dan berharap pahala darinya. Terlampau banyak keutamaan yang didapatkan seseorang bilamana ia melaziminya.
Sebut saja … membaca Sayyidul Istighfar. Apa yang Anda dapat dari membacanya? Barangsiapa yang membacanya dengan penuh keyakinan baik pada waktu siang atau petang hari, maka jika ia meninggal di hari tersebut, maka ia berhak mendapat janji Surga. Masya Allah … luar biasa!
Belum lagi bagi yang membaca, “Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillah … ila akhir,” Maka ia telah meminta kebaikan pada hari itu dan hari setelahnya. Ia telah meminta dihindarkan dari kejelekan di hari tersebut dan hari sesudahnya. Ia telah meminta agar terhindar dari rasa malas dan kejelekan di masa tua.
Buku ini dialihbahasakan oleh Ustadz Muhammad Yusran dari tiga kitab utama yakni Hisnul Muslim dan Wirdu Ash-Shabah wal Masa karya Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani. Lalu kitab Tuhfatul Akhyar karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Adzkar Tharafay An-Nahar karya Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid. Sungguh, buku-buku yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Semoga Allah membalas penyusunnya dengan kebaikan.
Kelebihan buku ini adalah dilengkapi dengan transliterasi untuk memudahkan bagi yang merasa kesulitan atau baru belajar membaca tulisan arab.