Tauhid adalah materi tarbiyah yang harus didakwahkan kepada semua orang termasuk diri kita. Apakah kita tidak melihat sejarah? Bagaimana para Nabi dan Rasul berjuang untuk mendakwahkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ فَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ
“Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu,” maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (Rasul-Rasul).”” (Surat An-Nahl: 36)
Buku ini merupakan alih bahasa dari Mulakhash Fi Syarh Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan, beliau termasuk ulama terkemuka di Saudi Arabia dan murid-muridnya banyak tersebar ke seluruh dunia bahkan Indonesia. Secara umum, metode yang ditempuh dalam buku ini ialah menyajikan potongan matan (teks asli dari kitab yang dikaji, dalam hal ini Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad At-Tamimi), penjelasan, makna ayat secara global, korelasi ayat dengan bab, dan untaian faidah dari matan tersebut.